.quickedit{display:none;}
Selamat Datang di www.informasikesling.blogspot.com - Blog Berbagi Informasi Seputar Kesahatan Lingkungan- Semoga Bermanfaat

Toksisitas Timbal Dalam Tubuh Manusia dan Lingkungan

Toksisitas Timbal Dalam Tubuh Manusia dan Lingkungan. Salah satu polutan yang paling berbahaya bagi kesehatan manusia adalah logam berat. WHO dan FAO merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi makanan laut (seafood) yang tercemar logam berat. Logam berat telah lama dikenal sebagai suatu elemen yang mempunyai daya racun yang sangat potensial dan memiliki kemampuan terakumulasi dalam organ tubuh manusia. Bahkan tidak sedikit yang menyebabkan kematian. Beberapa logam berat yang berbahaya adalah air raksa atau mercury (Hg), Kadmium (Cd),Timbal (Pb), Tembaga (Cu), dan lain-lain.

Timbal atau dalam keseharian lebih dikenal dengan nama timah hitam, dalam bahasa ilmiahnya dinamakan Plumbum dan logam ini disimbolkan dengan penulisan Pb.

Sumber Timbal (Pb)

Timbal (Pb) adalah logam berat yang terdapat secara alami di dalam kerak bumi.
Keberadaan timbal bisa juga berasal dari hasil aktivitas manusia, yang mana jumlahnya 300 kali lebih banyak dibandingkan Pb alami yang terdapat pada kerak bumi. Timah Hitam (Pb) merupakan salah satu polutan yang dapat ditemukan diperairan, sumber utama dari Pb ini adalah dari sisa pembakaran bahan bakar bensin.

Dewasa ini pelepasan Pb ke atmosfir meningkat tajam akibat pembakaran minyak dan gas bumi yang turut menyumbang pembuangan Pb ke atmosfir. Selanjutnya Pb tersebut jatuh ke ;aut mengikuti air hujan. Dengan kejadian tersebut maka banyak negara di
dunia mengurangi tetraeil Pb pada minyak bumi dan gas alam untuk mengurangi pencemaran Pb di atmosfir.

Selain itu Pb juga dapat berasal dari limbah industri modern sebagai bahan
pembuatan pipa air yang tahan korosi, bahan pembuat cat, baterai, campuran bahan bakar bensin tetraetil. Timbal (Pb) adalah logam yang mendapat perhatian khusus karena sifatnya yang toksik (beracun) terhadap manusia.

Mekanisme Penyebaran Timbal Terhadap Tubuh Manusia
Timbal (Pb) adalah salah satu logam berat yang mempunyai daya toksisitas yang tinggi terhadap manusia karena dapat merusak perkembanganotak pada anak-anak, menyebabkan penyumbatan sel-sel darah merah, anemia dan mempengaruhi anggota tubuh lainnya. Pb dapat diakumulasi langsung dari air dan dari sedimen oleh organisme laut. Timbal (Pb) dapat masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi makanan, minuman, udara, air, serta debu yang tercemar. Timbal (Pb) mempunyai arti penting dalam dunia kesehatan bukan karena penggunaan terapinya, melainkan lebih disebabkan karena sifat toksisitasnya. Absorpsi timbal di dalam tubuh sangat lambat, sehingga terjadi
akumulasi dan menjadi dasar keracunan yang progresif. Keracunan timbal ini menyebabkan kadar timbal yang tinggi dalam aorta, hati, ginjal, pankreas, paru-paru, tulang, limpa, testis, jantung dan otak. Hal ini diperoleh dari kasus yang terjadi di Amerika pada 9 kota besar yang pernah diteliti. Pb memiliki sifat lunak dan lentur, Pb sangat rapuh dan mengkerut pada pendinginan, sulit larut dalam air dingin, air panas, dan air asam serta dapat larut dalam asamnitrit, asam asetat, dan asam sulfat pekat. Selain toksisitas timbal (Pb) dapat terjadi pada orang yang hidup diperkotaan dan industri, kasus keracunan timbal (Pb) ini juga sering terjadididaerah pedesaan di negara yang sedang berkembang. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya mengenai pengaruh toksisitas timbal (Pb) terhadap daya intelegensia anak di Amerika latin. Kejadian serupa terjadi pada keluarga Arab yang menggunakan tempat minum dari tanah liat. Gejala keracunan terjadi pada orang dewasa masing-masing umur 23, 54 dan 17 tahun, yang semuanya menunjukkan gejala sakit perut. Kematian terjadi pada salah satu anak dari keluarga tersebut. Hasil pemeriksaan laboratorium dari tiga keluarga Arab tersebut menunjukan adanya kandungan timbal (Pb) yang tinggi dalam darah dan urine mereka. Standar baku mutu logam berat untuk biota konsumsi dari Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan,

Keberadaan Timbal (Pb) dalam Perairan

Timbal (Pb) dan persenyawaannya dapat berada didalam badan perairan secara alamiah dan sebagai dampak dari aktifitas manusia. Secara alamiah, Pb dapat masuk kebadan perairan melalui pengkristalan Pb diudara dengan bantuan air hujan. Disamping itu proses korosifikasi dari batuan mineral akibat hempasan gelombang dan angin, juga merupakan salah satu jalur sumber Pb yang akan masuk kedalam badan perairan.

Timbal (Pb) yang masuk kedalam badan perairan sebagai dampak dari aktifitas kehidupan manusia ada bermacam bentuk. Diantaranya adalah air buangan (limbah) dari industri yang berkaitan dengan Pb, air buangan dari pertambangan biji timah hitam dan buangan sisa industri baterai. Buangan15 buangan tersebut akan jatuh pada jalur-jalur perairan seperti anak sungai untuk kemudian dibawa terus menuju lautan

Badan perairan yang telah kemasukan senyawa atau ion-ion Pb, sehingga jumlah Pb yang ada dalam badan perairan melebihi konsentrasi yang semestinya, dapat mengakibatkan kematian bagi biota perairan tersebut. Konsentrasi Pb yang mencapai 188 mg/l, dapat membunuh ikan-ikan. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan pada tahun 1979 di ketahui bahwa biota-biota perairan seperti Crustacea akan mengalami kematian setelah 245 jam, bila pada perairan dimana biota itu berada terlarut Pb pada konsentrasi 2,75-49 ml/l. Sedangkan biota peraiaran lainnya, yang dikelompokan dalam golongan Insecta akan mengalami kematian dalam rentang waktu yang lebih panjang, yaitu antara 168 sampai dengan 336 jam, bila pada badan perairan tempat hidupnya terlarut 3,5 sampai dengan 64 mg/l. Demikian ulasan tentang Toksisitas Timbal Dalam Tubuh Manusia dan lingkungan. Semoga Bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Toksisitas Timbal Dalam Tubuh Manusia dan Lingkungan"

Post a Comment