Siklus dan Kebiasaan Hidup Lalat. Lalat merupakan salah
satu insekta ordo diptera, yaitu insekta yang mempunyai sepasang
sayap. Pada saat ini telah ditemukan berbagai species lalat didunia sekitar
60.000 sampai 100.000
species
lalat. Namun demiian tidak semua species lalat ini perlu diawasi oleh manusia,
karena beberapa species diantaranya
tidak berbahaya bagi manusia terutama ditinjau dari
segi kesehatan.
Berikut ini beberapa gangguan yang ditimbulkan oleh lalat terhadap
manusia yaitu :
1.
Menimbulkan gangguan
ketenangan.
2.
Dapat menggigit.
3.
Menimbulkan myasis lalat
yang timbulnya penyakit pada menusia dengan jalan meletakkan telur atau larvanya pada luka yang
terbuka, kemudian larva tersebut hidup pada daging manusia.
4.
Dapat menularkan
penyakit secara biologis (penyakit tidur, leishhma niasis, bertonelolsis).
5.
Sebagai penular penyakit
secara mekanis (typhoid fever, paratyphoid fever, desentri bosiler, desentri
amoeba, dan lain-lain).
Beberapa spesies yang penting dan menimbulkan akibat dari sudut kesehatan antara lain : lalat
rumah (Musca domestica), lalat kandang
(Stomoxys caleitrans), lalat hijau (phenisial), lalat daging
(Sarcoplaga) dan lalat kecil (Fannia).
Perlu diketahui oleh kita semua bahwa bagian dari tubuh lalat dapat berperan sebagai alat penular penyakit, yaitu : dari muntahannya,
badan, bulu pada bagian tangan
dan kaki serta faecesnya.
Siklus Hidup Lalat
Lalat adalah salah satu insekta yang mengalami metamorfosa yang
sempurna, yaitu
stadium
telur, larva,
kepompong
dan stadium dewasa. Perkembangan hidup lalat memerlukan waktu antara 7 sampai 22
hari, tergantung dari suhu dan makanan yang tersedia dilingkungannya.
Lalat betina
umumnya dapat menghasilkan telur pada usia 4 – 8 hari, dan menginjak usia dewasa dapat bertelur berkisar
75 sampai 150
butir sekali bertelur. Semasa hidupnya, seekor lalat dapat bertelur 5 samapi 6 kali.
1.
Telur.
Telur biasanya diletakkan pada bahan-bahan organic yang lembab seperti sampah,
kotoran binatang, pada tempat yang tidak langsung kena sinar matahari. Telur lalat berwarna putih dan biasanya menetas setelah 8 sampai 30 jam, tergantung dari suhu lingkungan sekitarnya.
![]() |
Gambar Telur Lalt |
2.
larva.
Pada
tahap larva mengalami beberapa instar/tingkat
tingkat
I : telur lalat yang baru menetas, disebut dengan instar I dengan ukuran
panjang 2 mm, berwarna putiih, tidak bermata dan berkaki, sangat aktif dan ganas terhadap makanan, setelah 1 – 4
hari melepas kulitnya dan keluar
sebagai instar
II.
tingkat
II : pada instra II ukurannya 2 kali lebih besar dari instar I, setelah I sampai beberapa hari, kulitnya melepas dan keluar sebagai instar
III
tingkat
III : pada instar III ukuran larva berkiasar
12 mm atau lebih, tingkat ini memerlukan waktu
3 sampai 9 hari.
Larva lalat selalu mencari tempat dengan temperatur yang
disenangi
dan cocok bagi hidupnya dan selalu
berpindah-pindah tempat, seperti pada tumpukan/gundukan sampah organik. Temperatur yang
disukai lalat
yaitu berkisar 30 – 35oC. Sehingga distribusi dari larva lalat terutama tergantung pada
temperatur dan kelembaban.
![]() |
Gambar Larva Lalat |
3.
Pupa
/kepompong
Pada stadium ini, jaringan tubuh larva mengalami perubahan yaitu menjadi jaringan tubuh dewasa. Pada Stadium ini dapat berlangsung
3 sampai 9
hari. Adapun temperatur yang disukai kurang lebih 35oC. Setelah melalui stadium
ini , maka
keluar lah sebagai lalat muda.
![]() |
Gambar Pupa Lalat
Proses
pematangan menjadi lalat dewasa memerlukan waktu
kurang lebih 15 jam dan setelah itu siap untuk mengadakan perkawinan. Seluruh waktu yang diperlukan untuk melalui beberapa
tahapan stadium ini ini memerlukan waktu 7
– 22 hari, tergantung pada suhu setempat, kelembaban dan makanan yang tersedia.
Umur lalar
dewasa dapat mencapai 2 sampai 4 minggu.
Kebiasaan Hidup Lalat
Seperti makhluk hidup
lainnya dalam hal ini lalat, memiliki tata hidup dan kebisaan dari vektor
tersebut antara lain
1.
Tempat
perindukan/perkembangbiakan
Tempat yang
disenangi lalat
adalah tempat yang basah,
benda-benda organik, tinja, kotoran binatang, serta tumbuh-tumbuhan
busuk. Kotoran yang
menumpuk secara
kumulatif seperti di
kandang hewan
merupakan tempat yang sangat
disenangi oleh larva lalat, sedangkan yang kotoran tercecer jarang dipakai sebagai tempat
berbiak lalat.
2.
Jarak
terbang.
Jarak terbang lalat sangat dipengaruhi oleh adanya makanan
yang tersedia
dilingkungan tempat hidupnya,
adapun
jarak terbang lalat yaitu dari 6 km sampai 9 km, kadang-kadang dapat juga mencapai jarak 19 hingga 20 km dari tempat berbiak lalat
3.
Kebiasaan
makan
Setelah
dewasa lalat akan aktif mencari makan di
sepanjang hari, lalat akan berpindah dari suatu makanan
yang satu dan
berpindah lagi ke makanan yang
lainnya. Lalat sangat tertarik oleh makanan yang selalu dimakan oleh manusia sehari-hari, seperti susu, gula, dan makanan lainnya, kotoran serta darah. Protein diperlukan oleh lalat betina untuk bertelur. Sesuai dengan bentuk mulut dari lalat,
sehingga lalat hanya dapat makan dalam bentuk cair/makanan yang basah, sedang
makanan yang kering dibasahi terlebih dahulu oleh
ludahnya , kemudian
selanjutnya makanan tersebut diisap. Air merupakan materi yang penting dalam kehidupan lalat dewasa. Tanpa air
lalat hanya bisa hidup tak lebih dari 48 jam. Pada saat hinggap lalat mengeluarkan ludah dan faeces.
Timbunan dari ludah dan faeces ini membentuk titik-titik hitam. Titik hitam ini adalah digunakan untuk
mengenal tempat lalat istirahat.
4.
Tempat
istirahahat
Lalat
beristirahat pada tempat tertentu. Pada siang hari bila lalat tidak makan,
mereka akan beristirahat pada dinding, lantai, dinding,
rumput, tali jemuran pakaian, kawat listrik dan lain-lain serta sangat
disukai tempat tempat dengan tepi tajam yang terletak permukaan vertical.
Biasanya tempat
istirahat ini berdekatan dengan tempat mecari makanannya
atau tempat perekembangbiakannya
dan biasanya yang terlindung dari adanya angin.
Sedangkan di dalam rumah lalat istirahat pada kawat listrik, langit/plafon, dan lain-lain dan tidak aktif pada malam hari.
5.
Lama
hidup
Umur ataupun lamanya kehidupan dari lalat
sangat tergantung dari
beberapa factor antara lain factor adanya air, makanan, serta temperature dan
kelembaban yang cocok. Sehingga umur lalatpun akan berbeda yaitu ketika
memasuki musim panas, umur lalat antara 2 sampai 4 minggu, sedangkan
pada saat musim dingin/hujan bisa mencapai
70 hari.
6.
Temperatur
Lalat mulai
terbang pada temperatur 15oC dan aktifitas optimumnya pada temperatur 21oC, sedangkan pada temperatur di bawah 7,5oC lalat tidak aktif
dan di atas 45oC terjadi kematian pada lalat.
7.
Sinar
Lalat merupakan serangga yang bersifat
fototropik, yaitu
serangga selalu bergerak menuju
sinar/adanya
sinar, sedangkan pada malam
hari tidak aktif, namun bisa aktif dengan adanya
sinar buatan. Efek sinar pada lalat tergantung sepenuhnya pada temperatur dan
kelembaban.
Demikian ulasan tentang Siklus Hidup dan Kebiasaan Hidup Lalat. Semoga Bermanfaat.
Demikian ulasan tentang Siklus Hidup dan Kebiasaan Hidup Lalat. Semoga Bermanfaat.
0 Response to "Siklus dan Kebiasaan Hidup Lalat"
Post a Comment